Desa Wisata Muntei Mentawai | Siberut Selatan
Andrian Salis bersama Sikerei Desa Muntei, Siberut
Desa Wisata ยท Siberut Selatan ยท Mentawai

Desa Muntei โ€”
Warisan Hidup
di Jantung Siberut

Satu-satunya desa di Mentawai dengan dua penghargaan nasional sekaligus. Di sini, tradisi leluhur masih bernapas, hutan masih utuh, dan masyarakat menjaga warisan ribuan tahun dengan penuh kebanggaan.

๐Ÿ†
Kemenparekraf RI ยท 2023
Juara 1 ADWI โ€”
Kategori Daya Tarik
๐Ÿ“œ
Museum Rekor Indonesia
Tato Tertua
di Indonesia
#1
ADWI 2023 ยท Daya Tarik
MURI
Tato Tertua Indonesia
403K
Ha Taman Nasional Siberut
4
Primata Endemik Siberut

Tentang Desa

Dua Penghargaan Nasional dari Satu Desa Adat Mentawai

Desa Wisata Muntei terletak di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Desa ini berada di Pulau Siberut โ€” pulau terbesar di Kepulauan Mentawai yang juga merupakan Cagar Biosfer UNESCO sejak 1981.

Di antara ratusan desa wisata di Indonesia, Desa Muntei berdiri istimewa: ia adalah satu-satunya desa di Mentawai yang sekaligus memegang Juara 1 ADWI 2023 dari Kementerian Pariwisata dan rekor MURI Tato Tertua Indonesia. Dua pengakuan nasional ini bukan sekadar penghargaan โ€” melainkan cerminan dari komunitas yang dengan sadar menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Kehidupan di Muntei tidak dirancang untuk menjadi tontonan. Tato masih digunakan sebagai penanda identitas spiritual. Sikerei masih memimpin ritual. Sagu masih diolah dengan tangan setiap hari. Inilah yang membuat Desa Muntei berbeda dari sekadar destinasi wisata. Baca profil lengkap desa โ†’

๐Ÿ† Kementerian Parekraf RI ยท 2023

Juara 1 ADWI 2023 โ€” Kategori Daya Tarik Pengunjung

Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 diraih Desa Muntei atas keberhasilan mengembangkan wisata budaya berbasis komunitas yang autentik dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga desa.

Cerita lengkap ADWI 2023 โ†’
๐Ÿ“œ Museum Rekor Indonesia (MURI)

Rekor MURI: Tato Tertua di Indonesia

Tradisi tato titi Mentawai telah ada sejak ribuan tahun โ€” jauh sebelum tato dikenal di budaya lain di Nusantara. MURI mengakuinya sebagai warisan tato tertua di Indonesia.

Pelajari tato Mentawai โ†’

Jelajahi Muntei

Tiga Hal yang Membuat Muntei Berbeda

01

Budaya & Tradisi yang Masih Hidup

Kehidupan masyarakat Muntei masih diwarnai Arat Sabulungan โ€” sistem kepercayaan leluhur Mentawai. Sikerei (dukun adat) memainkan peran sentral dalam ritual, penyembuhan, dan penjagaan keseimbangan antara manusia dan alam.

Kehidupan masyarakat โ†’
02

Tato Tertua Indonesia โ€” Warisan MURI

Tato titi bukan sekadar seni tubuh. Ia adalah peta identitas, sejarah keluarga, dan hubungan dengan alam roh. Tidak ada tempat lain di Indonesia yang memiliki tradisi tato setua Mentawai.

Pelajari tato Mentawai โ†’
03

Hutan & Alam Siberut yang Utuh

Taman Nasional Siberut โ€” 403.000 hektar, Cagar Biosfer UNESCO โ€” berbatasan langsung dengan desa. Empat primata endemik yang tidak ditemukan di tempat lain mana pun di dunia hidup di sini.

Alam & hutan Siberut โ†’

Keseharian Warga

Kehidupan yang Masih Utuh di Pinggir Hutan

Andrian Salis bersama Sikerei Desa Muntei, Siberut
Andrian Salis bersama Sikerei Desa Muntei ยท Siberut Selatan

Di Desa Muntei, hari dimulai sebelum matahari terbit. Para pria pergi berburu ke hutan dengan panah beracun warisan leluhur, sementara ibu-ibu mengolah sagu โ€” bahan makanan pokok yang dipanen langsung dari pohon di sekitar desa. Anak-anak tumbuh mengenal nama-nama pohon, suara burung, dan makna setiap ritual adat sejak usia dini.

Rumah uma โ€” rumah panggung komunal khas Mentawai โ€” menjadi tempat berkumpul, bercerita, dan menjalankan upacara adat. Di sinilah Sikerei, pemimpin spiritual yang dihormati, memimpin ritual penyembuhan dan menjaga keseimbangan antara manusia dan alam semesta.

  • Berburu dengan panah beracun โ€” tradisi yang terjaga antar generasi
  • Pengolahan sagu sebagai makanan pokok masyarakat Siberut
  • Ritual Sikerei: penyembuhan dan keseimbangan alam-manusia
  • Tato titi sebagai identitas spiritual dan sosial
  • Uma (rumah panggung komunal) sebagai pusat kehidupan bersama
Baca lebih lengkap โ†’

Alam & Ekosistem

Hutan Siberut โ€” Cagar Biosfer UNESCO yang Berbatasan Langsung dengan Desa

Desa Muntei tidak terpisah dari hutannya. Taman Nasional Siberut, kawasan konservasi seluas 403.000 hektar yang ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfer, berbatasan langsung dengan wilayah desa. Hutan ini bukan sekadar latar belakang โ€” ia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Muntei.

Masyarakat Muntei telah menjadi penjaga hutan ini jauh sebelum konsep konservasi modern ada. Lewat sistem adat arat sabulungan, mereka membangun hubungan yang saling menghormati dengan alam: mengambil hanya yang dibutuhkan, menjaga apa yang tersisa untuk generasi mendatang.

01

Taman Nasional Siberut โ€” 403.000 hektar, salah satu kawasan hutan hujan tropis tertua di Asia Tenggara yang masih tersisa dalam kondisi baik.

02

Cagar Biosfer UNESCO โ€” Siberut diakui secara internasional sebagai zona inti konservasi keanekaragaman hayati dunia sejak 1981.

03

4 Primata Endemik โ€” Gibbon Kloss, Macaque Mentawai, Langur Mentawai, dan Simakobu. Tidak ditemukan di luar Kepulauan Mentawai.

04

Hutan yang aman โ€” Tidak ada buaya, beruang, atau harimau di Siberut. Fauna besar hanya ular dan babi hutan.

Pertanyaan Umum

Yang Sering Ditanyakan tentang Desa Muntei

Apa itu Desa Wisata Muntei?
Desa Wisata Muntei adalah desa adat Mentawai di Pulau Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Desa ini merupakan satu-satunya desa di Mentawai yang meraih dua penghargaan nasional sekaligus: Juara 1 ADWI 2023 dan rekor MURI Tato Tertua Indonesia. Komunitas lokal mengelola wisata berbasis budaya secara mandiri lewat Pokdarwis Muntei Siberut.
Mengapa Desa Muntei meraih Juara 1 ADWI 2023?
Desa Muntei meraih Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 kategori Daya Tarik Pengunjung karena keunggulan dalam pelestarian budaya Mentawai yang autentik, tradisi tato Sikerei yang masih hidup, pengelolaan wisata berbasis komunitas, serta keindahan alam hutan Siberut yang masih terjaga. Penghargaan diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Apa rekor MURI yang dimiliki Desa Muntei?
Desa Muntei memegang rekor MURI sebagai pemilik Tato Tertua di Indonesia. Tradisi tato titi Mentawai telah ada sejak ribuan tahun lalu โ€” jauh sebelum tato dikenal di budaya lain di Indonesia. Rekor ini menjadikan Muntei sebagai pusat warisan budaya tato tertua di Nusantara dan menarik perhatian peneliti budaya dari berbagai negara.
Bagaimana cara menuju Desa Muntei dari Padang?
Dari Padang, naik feri ke Muara Siberut yang berangkat Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 07:00 dari Pelabuhan Muaro Padang. Perjalanan sekitar 3โ€“6 jam tergantung cuaca. Dari Muara Siberut, lanjutkan ke Desa Muntei di Kecamatan Siberut Selatan dengan transportasi sungai atau darat. Detail lengkap ada di halaman cara berkunjung.
Apakah kunjungan ke Desa Muntei aman?
Ya, kunjungan ke Desa Muntei sangat aman. Hutan Siberut tidak memiliki predator berbahaya seperti buaya, beruang, atau harimau โ€” hanya ular dan babi hutan. Semua kunjungan dikoordinasikan melalui Pulau Asli Tour yang berpengalaman lebih dari 15 tahun memandu tamu di Siberut, memastikan keamanan dan kenyamanan penuh sejak keberangkatan dari Padang.

Rencanakan Kunjungan ke Desa Muntei

Desa Muntei menerima tamu melalui mitra resmi yang berpengalaman di Mentawai. Hubungi kami untuk informasi jadwal, rute, dan persiapan kunjungan Anda.